Nadiem Makarim mengungkap alasannya menerima pinangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sebelum memutuskan jadi Mendikbudristek, Nadiem menyebut hal tersebut bukanlah keputusan yang mudah lantaran dirinya tau, untuk orang jujur, menjadi menteri bukan hal yang menyenangkan. Sebaliknya jabatan menteri menyenangkan bagi pihak yang tidak jujur dan haus terhadap kekuasaan. Namun pemikirannya itu berubah ketika dirinya mendapatkan tanggung jawab untuk menangani sektor pendidikan. Sebab ia melihat, pendidikan di Indonesia saat ini sudah tengah koma dan berada dalam posisi yang stagnan selama bertahun-tahun. Nadiem pun mengungkap, orang-orang di sekitarnya menyampaikan adanya risiko politik maupun pribadi jika ia menerima jabatan menteri. ( tbu )



