Pemerintah menegaskan akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang menembus level 17 ribu rupiah per dolar Amerika, ditengah tekanan global. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pelemahan mata uang bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan fenomena yang juga dialami berbagai negara, khususnya di kawasan emerging markets. Pernyataan itu muncul ditengah tekanan terhadap rupiah yang kian dalam. Sejumlah mata uang Asia tercatat melemah terhadap dolar Amerika pada perdagangan Senin 4 Mei 2026, seiring penguatan dolar yang masih membayangi pasar negara berkembang. Mengutip Bloomberg, Senin jam 11.25 WIB, rupiah spot ada di level 17.370 per dolar Amerika, melemah 0,19% dibanding akhir pekan lalu. Sejak awal tahun, rupiah sudah melemah 3,98% dari posisi akhir 2025. Kondisi ini menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang Asia dengan tekanan terbesar sepanjang tahun ini. ( tbu )



