Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak PPPA Arifah Fauzi menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas pernyataannya terkait insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur mengenai posisi gerbong perempuan. Arifah mengakui kekeliruannya. Ia mengklaim tidak ada maksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain. Menurutnya, dalam situasi duka seperti ini, perhatian utama seharusnya tertuju pada keselamatan, penanganan korban, serta empati bagi seluruh pihak yang terdampak. Arifah juga menekankan keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas utama tanpa membedakan jenis kelamin. Pemerintah kini berfokus memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal maupun luka-luka. ( tbu )



