World Economic Forum akhirnya resmi digelar kembali di Davos Swiss bulan ini, setelah sempat absen 2 tahun. Ditengah-tengah gegap gempita perhelatan itu, muncul respons tajam dari akademisi yang menuding forum tersebut terkesan hanya sebagai ajang pamer kekayaan bagi kaum elit dan para penguasa yang hadir dalam kesempatan tersebut. Menurut Jeffrey Sonnenfeld, seorang Profesor Manajemen Yale, Davos adalah lambang elit yang memuji diri sendiri. Sejatinya, konferensi tersebut bertujuan menyatukan orang-orang penting seluruh dunia untuk mengatasi masalah-masalah mendesak seperti ketidaksetaraan, perubahan iklim, masa depan teknologi, dan konflik geopolitik. Namun logika dibalik mengundang beberapa orang terkaya di Bumi untuk menyelesaikan masalah ini tampaknya bertolak belakang dengan fakta yang ada akhir-akhir ini. ( tbu )



