Pendiri Telegram Pavel Durov tersangka kasus pidana di Rusia

Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram mengatakan, ia telah menerima surat panggilan di Rusia yang dikirim ke alamat lamanya, dan surat tersebut menyebut namanya sebagai “tersangka” dalam sebuah kasus pidana. Rusia meningkatkan upayanya untuk menundukkan Telegram pada Februari lalu, dengan mengumumkan sedang menyelidiki Durov terkait tuduhan terorisme. Durov, melalui unggahan di Telegram, memposting salinan surat panggilan yang dikirim melalui layanan pos Rusia. Durov mengklaim pemerintah Rusia mencurigainya lantaran membela Pasal 29 dan 23 Konstitusi Rusia, yang menjamin kebebasan berbicara dan hak atas korespondensi pribadi. Sehingga dia punya menyebut bangga dinyatakan bersalah!. Otoritas Rusia berupaya memblokir Telegram, yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif dan digunakan secara luas baik di Rusia maupun Ukraina. Rusia juga berusaha mengarahkan puluhan juta warganya untuk beralih ke aplikasi alternatif yang didukung negara bernama MAX. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *