Perusahaan barang konsumen asal Jerman, Beiersdorf, melaporkan penurunan penjualan pada kuartal pertama tahun ini. Kinerja tersebut tertekan oleh melemahnya pertumbuhan merek andalan mereka, Nivea, serta gangguan pada bisnis ritel perjalanan di China dan department store di Amerika Serikat untuk merek mewah La Prairie. Penjualan Nivea, yang merupakan tulang punggung produk perawatan kulit dan tubuh perusahaan, tercatat turun 7% secara organik. Penurunan ini dipicu oleh ketegangan perdagangan di Eropa serta kondisi pasar massal yang menantang. Namun, tekanan terbesar datang dari lini premium. Penjualan La Prairie anjlok 14,9% secara organik akibat terganggunya kanal department store, di Amerika dan Tiongkok. ( ben )



