Nissan mengumumkan strategi jangka panjang baru bertajuk “Mobility Intelligence for Everyday Life” yang bertujuan memperkuat daya saing global melalui integrasi AI generasi terbaru, hingga pemangkasan belasan model kendaraan yang memiliki performa buruk. Nissan tengah mentransformasi model industrinya untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besar melalui efisiensi manufaktur. Rencana strategis ini akan difokuskan pada tiga pasar utama global, yakni Jepang, Amerika Serikat dan Tiongkok. Fokus itu diharapkan membantu Nissan bersaing secara global dalam hal kecepatan, biaya, dan relevansi konsumen. Nissan akan mengadopsi pendekatan berbasis platform dan arsitektur bersama untuk keluarga produk yang mencakup lebih dari 80% volume penjualan dimasa depan. Melalui pendekatan arsitektur bersama ini, Nissan menargetkan peningkatan volume penjualan per model 30%. Perusahaan juga berencana merampingkan portofolio produk globalnya dari 56 menjadi 45 model dengan opsi unit penggerak tambahan. ( tbu )



