Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat 17 April kemarin. Mengutip Bloomberg, rupiah turun 0,29% secara harian ke 17.189 per dolar Amerika. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,49%. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia, rupiah melemah 0,27% secara harian menjadi 17.189 per dolar kemarin. Sementara dalam sepekan, rupiah melemah 0,44%. Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen perang di Timur Tengah. Amerika Serikat yang memblokade laut di Selat Hormuz untuk menekan Iran membuat ekspektasi perang akan berakhir menjadi kabur. Dari domestik, sentimen risiko fiskal menekan rupiah. Per Maret 2026, defisit anggaran telah mencapai 0,93% dari PDB, melonjak tajam dibanding defisit di periode yang sama tahun lalu sebesar 0,4% dari PDB. Selain itu posisi utang luar negeri Indonesia per Februari 2026 tercatat 437,9 miliar dolar amerika, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 434,9 miliardolar. Dalam basis tahunan, ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh 2,5%. ( tbu )



