Ekonomi Malaysia mencatat pertumbuhan 5,3% secara tahunan pada kuartal satu 2026, berdasarkan estimasi awal resmi yang dirilis Jumat 17 April 2026. Capaian ini menunjukkan moderasi dibandingkan kuartal empat 2025 yang tumbuh 6,3%, level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Departemen Statistik Malaysia menyebut, pertumbuhan pada periode Januari–Maret 2026 masih ditopang oleh kinerja sektor manufaktur, jasa, dan konstruksi yang tetap ekspansif, meskipun momentumnya mulai melambat. Disisi lain, sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi 1,1% akibat penurunan produksi, terutama minyak mentah dan gas alam. Kinerja itu mencerminkan fundamental ekonomi yang masih cukup tangguh di tengah meningkatnya ketidakpastian global. ( tbu )



