Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memukul arus pelayaran energi global. Blokade Amerika terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran menambah ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz, yang praktis nyaris terhenti sejak pecahnya perang. Namun, sejumlah kapal tanker non-Iran masih menembus jalur ini sejak konflik pecah 28 Februari lalu. Kapal itu antara lain, Kapal VLCC menuju Vietnam. Kemudian kapal VLCC dan tanker menuju Malaysia. Setelah itu Dua VLCC berbendera Tiongkok keluar dari Selat Hormuz 11 April lalu menuju Tiongkok. Dan Setidaknya dua VLCC dan dua tanker jenis Suezmax keluar dari Teluk pada Maret dan April untuk memasok minyak ke India. Dua kapal berbendera Pakistan juga berhasil melewati teluk Hormuz. Begitu juga kapal tanker milik Thailand yang juga berhasil lewat selat tersebut. ( tbu )



