Asosiasi Pengusaha Indonesia mengungkapkan pentingnya melakukan percepatan diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah mitigasi risiko. Terlebih hal ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global, menyusul kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran serta upaya blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat. Ketua Bidang Perhubungan dan Logistik Apindo Carmelita Hartoto menjelaskan, pemerintah sejatinya juga telah mulai mengarahkan ekspansi pasar ekspor Indonesia ke beberapa negara kawasan agar dampak gangguan logistik global tidak terlalu membebani pelaku usaha. Namun ia mengakui proses diversifikasi pasar baru tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Disisi lain, Carmelita menilai belum ada indikasi penghentian produksi akibat kondisi itu. Namun tekanan biaya logistik tetap berpotensi naik, khususnya sektor yang bergantung pada energi impor seiring potensi kenaikan harga minyak mentah dunia. ( tbu )



