Daya beli masyarakat yang anjlok membuat kinerja pertumbuhan kredit konsumsi tak maksimal, bahkan ketika tekanan global belum belum seberapa besar. momentum Ramadan pun tak mampu mengangkat kinerja kredit konsumer. Data sementara Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit secara industri melambat menjadi 8,9% secara tahunan. ( ben )



