Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia ingin mengambil alih industry minyak Iran, dengan kemungkinan merebut pusat ekspor Pulau Kharg, lapor Financial Times. Dalam Wawancara, Presiden Trump menyebut, ribuan pasukan Amerika telah berkumpul di wilayah Teluk Persia, termasuk tim penyerang amfibi yang tiba Sabtu 28 Maret, sementara sebagian dari Divisi Lintas Udara ke-82 juga sedang dalam perjalanan. Presiden Trump membandingkan upaya tersebut dengan operasi di Venezuela pada Januari 2026, ketika militer Amerika menangkap pemimpin negara Amerika Selatan itu, Nicolas Maduro, dan berencana untuk mengendalikan industri minyaknya. ( ben )



