Filipina menetapkan status darurat energi nasional seiring menipisnya pasokan bahan bakar imbas konflik di Timur Tengah. Dalam sebuah perintah eksekutif Selasa malam, Presiden Filipina Ferdinand Marcos junior mengatakan ada ancaman serius akibat pasokan energi yang sangat rendah. Langkah-langkah mendesak diperlukan untuk memastikan stabilitas pasokan energi, kelangsungan aktivitas ekonomi, serta penyediaan layanan penting. Terakhir kali Filipina menetapkan status darurat nasional adalah saat pandemi Covid-19 pada 2020, ketika negara tersebut menerapkan salah satu kebijakan lockdown paling ketat di dunia. Sementara negara lain telah mengambil langkah darurat untuk mengatasi krisis minyak akibat perang di Iran, termasuk melepas cadangan minyak strategis dan menyusun anggaran tambahan, Filipina menjadi salah satu yang pertama secara resmi menetapkan status darurat nasional. ( tbu )



