Saudi Aramco, menutup kilang minyak domestik terbesar, Ras Tanura refinery, sejak Senin 2 Maret 2026 setelah terjadinya serangan drone. Penutupan ini terjadi di tengah gelombang serangan Israel dan Amerika Serikat serta aksi balasan Iran yang memaksa penghentian sementara fasilitas minyak dan gas di berbagai wilayah Timur Tengah. Tercatat, kilang Ras Tanura, memproses 550.000 barel minyak per hari, merupakan bagian dari kompleks energi di pantai Teluk Arab yang juga berfungsi sebagai terminal ekspor penting bagi minyak mentah Saudi. Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan dua drone berhasil dicegat, dengan puing-puing menyebabkan kebakaran terbatas, tanpa korban jiwa. Beberapa unit kilang ditutup sebagai tindakan pencegahan, tetapi pasokan bahan bakar dan turunannya ke pasar lokal tidak terdampak, menurut laporan Saudi Press Agency. (beritasatu/ben)



