Moody’s Investors Service pertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2.

Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2. Meski begitu, outlook kredit Indonesia dipangkas dari stabil menjadi negatif. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perubahan outlook itu terjadi lantaran banyak lembaga rating yang belum memahami arah kebijakan terbaru di Indonesia. Sehingga menurutnya perlu penjelasan lebih jauh dari pemerintah untuk meyakinkan para investor, utamanya mereka yang terlibat di lembaga riset asing. Airlangga menjelaskan tahun ini alokasi anggaran pemerintah dalam APBN memang cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana untuk 2026 ini APBN berfokus untuk program unggulan Presiden Prabowo Subianto seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan program-program lainnya. Sementara untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi dan sektor investasi, pemerintah banyak mengandalkan BPI Danantara. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *