Toyota Motor sebagai produsen otomotif terbesar dunia, diprediksi mencatatkan penurunan laba operasional kuartalan untuk ketiga kalinya secara beruntun. Berdasarkan rata-rata estimasi analis yang dihimpun LSEG, prediksi laba operasional Toyota pada kuartal ke-4 2025 mencapai 1,09 triliun yen, atau turun sekitar 10 persen secara tahunan. kondisi itu dipengaruhi tekanan dari sisi biaya, lantaran Kenaikan ongkos produksi, mulai dari tenaga kerja hingga bahan baku, ditambah tarif impor Amerika Serikat atas kendaraan asal Jepang, menggerus profitabilitas Toyota motor. Meski tertekan, para analis menilai kinerja Toyota masih mencerminkan daya tahan di tengah pasar otomotif global yang cenderung stagnan. ( ben )



