Asosiasi Petani Teh Indonesia atau Aptehindo mengatakan, volume ekspor teh hitam dan teh hijau tercatat sebesar 28 ribu ton sepanjang JanuariāNovember 2025.Di level ini, volume ekspor menurun 13% dibandingkan periode sama pada tahun 2024. Penurunan ekspor teh terutama disebabkan oleh terjadinya penurunan produksi teh Indonesia. Selain itu, juga dipengaruhi oleh daya saing kualitas yang masih tertinggal dibandingkan negara produsen teh utama lainnya, serta tantangan non-tariff barriers, terutama penerapan Maximum Residue Limit oleh negara-negara pengimpor. Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-13 sebagai negara eksportir teh di dunia, masih kalah dari negara-negara yang bukan produsen teh seperti Polandia, Jepang, Jerman, dan lainnya. ( tbu )



