Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau DOJ telah menghapus ribuan dokumen terkait Jeffrey Epstein dari situs resminya setelah sejumlah korban mengeluhkan bahwa identitas mereka terbuka untuk publik. Pengacara para korban menyampaikan kesalahan ini mengubah secara total kehidupan hampir 100 penyintas. Materi yang bocor mencakup foto telanjang korban, nama lengkap, alamat email, dan informasi pribadi lain yang seharusnya disensor. Para penyintas menilai pengungkapan ini sangat keterlaluan dan menegaskan bahwa nama mereka seharusnya tidak diungkap, diteliti, maupun memicu trauma ulang. DOJ menjelaskan penghapusan dokumen dilakukan lantaran adanya kesalahan teknis atau human error. DOJ menegaskan semua dokumen yang diminta oleh korban telah dilenyapkan. ( tbu )



