Pada akhir 2025, aplikasi baru di India menjadi sorotan lantaran digadang-gadang sebagai pengganti WhatsApp. Aplikasi buatan lokal bernama Arattai itu bahkan dipromosikan secara besar-besaran oleh pemerintah India. Para pejabat pemerintah India secara terang-terangan meminta masyarakat menggunakan aplikasi pesan singkat buatan domestik. Langkah ini sejalan dengan upaya India menggenjot industri teknologi dalam negeri. Arattai sebenarnya bukan aplikasi yang benar-benar baru. Platform buatan Zoho asal India itu sudah berdiri sejak 2021. Namun aplikasi ini mendadak populer pada akhir 2025 dan mampu membukukan pendaftaran pengguna baru harian dari 3000 menjadi 350 ribu pada Oktober 2025. Bukan cuma tekanan persaingan dari aplikasi lokal, WhatsApp juga menghadapi tantangan regulasi di India. Pada awal pekan ini, pengadilan tinggi India memperingatkan potensi pemblokiran data sharing WhatsApp ke entitas satu grup Meta. Pengadilan tinggi India menilai kebijakan privasi WhatsApp menyesatkan pengguna. ( tbu )



