Pabrik SKPlasma Core Indonesia di Karawang, Jawa Barat, hampir menyelesaikan seluruh proses konstruksinya. Fasilitas fraksionasi plasma pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026. Proyek strategis SK Plasma dan Indonesia Investment Authority itu membuka jalan bagi Indonesia untuk memproduksi terapi berbasis plasma darah di dalam negeri dari donor anak bangsa. Setiap tahun, Indonesia membuang sekitar 200 ribu liter plasma darah akibat belum memiliki fasilitas pengolahan plasma di dalam negeri. Indonesia harus sepenuhnya mengimpor Produk Obat Derivat Plasma seperti imunoglobulin dan albumin, untuk memenuhi kebutuhan pasien. Fasilitas fraksionasi plasma SKPlasma Core Indonesia dirancang dengan kapasitas pemrosesan sebesar 600 ribu liter plasma darah per tahun, mengadopsi sistem dan model operasional fasilitas SK Plasma di Andong, Korea Selatan, yang telah beroperasi sejak 2018. ( tbu )



