Keterlambatan sandar dan bongkar muat kapal kembali menjadi sorotan seiring melonjaknya arus logistik pada akhir 2025 hingga awal 2026. Di sejumlah pelabuhan, kapal harus menunggu hingga enam hari untuk bisa sandar dan membongkar muatan, jauh lebih lama dari kondisi normal. Salah satu penyebab yang disorot pelaku usaha adalah terbatasnya kesiapan peralatan bongkar muat. Kondisi ini dinilai menekan produktivitas terminal dan berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau ALFI Jawa Timur menyebut waktu tunggu kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membengkak. Jika sebelumnya proses sandar dan bongkar muat maksimal tiga hari, kini bisa mencapai enam hari. Idealnya, satu area pemrosesan mampu menangani 30 sampai 40 kontainer per jam, namun kini hanya 10 kontainer. ( tbu )




