Google, Singapore Airlines dan DBS Group Holdings termasuk diantara perusahaan yang akan menguji rencana Singapura untuk pengadaan terpusat bahan bakar pesawat berkelanjutan atau sustainable, seiring upaya pejabat setempat untuk mengurangi emisi dari penerbangan. Terdapat 9 perusahaan berencana bergabung dalam uji coba sukarela untuk membeli sustainable aviation fuel atau SAF melalui Singapore Sustainable Aviation Fuel Company atau SAFCo, entitas yang sedang dibentuk dalam rangka rencana penerapan pungutan hijau pertama di dunia untuk penerbangan mulai Oktober. Uji coba ini akan memungkinkan SAFCo menyempurnakan proses operasional, komersial, dan akuntansi yang diperlukan guna memenuhi rencana awal penggunaan 1% bahan bakar berkelanjutan pada penerbangan dari Singapura. Singapura menargetkan tingkat adopsi 3% hingga 5% pada tahun 2030. (Bloomberg-tbu)




