Pengelola investasi asal Jepang, Nomura menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight. Hal serupa juga telah dilakukan Goldman Sachs dan UBS. Penurunan rekomendasi itu didasarkan pada meningkatnya risiko terkait investabilitas serta potensi arus keluar dana dari investor pasif, menyusul peringatan MSCI mengenai kemungkinan penurunan status Indonesia dari kategori emerging market. Analis Nomura menyebutkan peringatan MSCI mengenai potensi penurunan status Indonesia ke frontier market menjadi kejutan, baik bagi internal Nomura maupun pasar. Nomura menjelaskan, sikap positif sebelumnya terhadap saham Indonesia didasarkan pada valuasi relatif yang dinilai menarik, ekspektasi stabilisasi ekonomi dan kinerja laba korporasi, serta rendahnya ekspektasi pasar setelah periode kinerja yang berkepanjangan. Nomura adalah pengelola kekayaan terbesar di Jepang dengan aset klien sekitar 153 triliun dolar amerika. ( tbu )




