Saham Microsoft merosot tajam hingga 10 persen dalam dua hari berturut-turut. Dalam dua sesi perdagangan, nilai pasar Microsoft merosot 381 miliar dollar Amerika, atau sekitar 6 ribu 390 triliun rupiah. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak Maret 2020. Penurunan saham terjadi setelah Microsoft melaporkan laba solid pada Rabu 28 Januari lalu, namun investor menyoroti pertumbuhan bisnis cloud computing Azure yang stagnan dan rencana belanja modal perusahaan yang mencapai lebih dari 100 miliar dollar Amerika tahun ini. Disisi lain, Meta Platforms, pesaing Microsoft juga berencana menaikkan belanja modal hingga 87 persen pada 2026. Meski begitu, saham Meta sempat melesat 10 persen pada Kamis, namun turun 3 persen keesokan harinya yang menunjukkan kekhawatiran investor terhadap dampak pengeluaran besar. ( tbu )




