Kementerian Kesehatan meminta masyarakat mewaspadai virus nipah menular lewat buah terkontaminasi gigitan kelelawar liar. Pasalnya, virus nipah dapat berpindah ke manusia melalui air liur kelelawar yang menempel pada buah yang terbuka. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat yang bepergian ke daerah berisiko tidak mengonsumsi buah yang sudah terbuka. Meski hingga kini virus nipah belum ditemukan di Indonesia, Kemenkes telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memperketat pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan difokuskan pada warga dengan gejala batuk berkepanjangan untuk memastikan penyebab infeksi. Pemerintah juga belum menutup perbatasan lantaran kasus global masih terbatas. Namun Budi mengingatkan tingkat kematian akibat virus nipah tergolong tinggi. Badan Karantina Indonesia memperketat pengawasan lalu lintas komoditas hewan, tumbuhan, dan media pembawa lainnya. ( tbu )




