Nicolás Maduro, pemimpin Venezuela yang digulingkan, menyatakan tidak bersalah atas tuduhan terorisme narkoba dalam persidangan di pengadilan Amerika Serikat pada Senin 5 Januari waktu setempat. Hal ini menandai dimulainya pertarungan hukum luar biasa dengan dampak geopolitik yang besar. Ia menegaskan bahwa dirinya masih menjabat sebagai Presiden Venezuela dan mengaku telah “diculik” dari kediamannya di Caracas. Amerika Serikat menuduh Maduro menggunakan kekuasaannya selama seperempat abad untuk memperkaya diri dan membantu pengiriman kokain ke Amerika. Penggulingan Maduro ini mengguncang dunia dan menjadi sinyal kuat kesediaan Presiden Donald Trump untuk menyusun ulang tatanan global. Setelah ditangkap dalam operasi militer pada Sabtu dini hari, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke Pusat Penahanan Metropolitan yang terkenal ketat di Brooklyn. ( tbu )




