BP Tapera melaporkan realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan FLPP tahun 2025 sebanyak 278 ribu 868 unit rumah setara 34,64 triliun rupiah. Realisasi ini baru 79,68% dari target pemerintah yang dipatok 350 ribu unit. Namun volume penyaluran tercatat yang tertinggi sejak program FLPP digulirkan pada 2010. Dari total penyaluran itu, 99,99% merupakan rumah tapak, sementara sisanya merupakan rumah susun. Berdasarkan profil penerima manfaat, pekerja swasta masih mendominasi penyerapan dengan total 73,63%, kemudian diikuti kelompok wiraswasta 14,06%, PNS 7,46%, serta TNI/Polri 1,94%. Secara kewilayahan, Provinsi Jawa Barat masih menjadi penyerap dana FLPP terbesar yaitu 22,44%. ( tbu )




