Aston Martin kini diambang krisis keuangan fatal. Hutang produsen mobil asal Inggris itu mencapai 1,2 miliar dolar amerika atau mencapai 17,3 triliun rupiah. Upaya bisnis yang dijalankan oleh Aston Marton tahun ini juga tidak berjalan mulus. Alih-alih mendapatkan keuntungan besar seperti halnya produsen mobil sport dari Italia seperti Ferrari dan Lamborghini, Aston Martin malah terus-terusan merugi. Aston Martin sudah melaporkan potensi kerugian sebesar 58,7 juta dolar amerika pada kuartal pertama tahun ini. Hal itu membuat Aston Martin semakin sulit membayar kewajiban terutang yang harus dilakukan tahun ini. ( tbu )



