Industri kecerdasan buatan atau AI sedang berada dalam fase pertumbuhan yang sangat cepat. Ramai perusahaan teknologi berlomba mengadopsi AI, sementara investasi dari berbagai penjuru terus mengalir tanpa henti. Namun, di balik antusiasme pertumbuhan itu muncul kekhawatiran “AI bubble”. AI bubble sendiri merupakan istilah di mana tren AI lagi begitu tinggi, perusahaan berlomba mengadopsi AI dan investor rela mengucurkan dana besar, tetapi perkembangan atau profitnya belum tentu secepat atau sebesar yang dibayangkan. Situasi ini kerap dianalogikan seperti sebuah gelembung yang terus membesar dan bisa pecah pecah kapan saja saat isinya tidak stabil. CEO Google Sundar Pichai mengatakan, masifnya perkembangan dan investasi AI membuat semua perusahaan, termasuk Google, berada pada risiko yang sama bila gelembung ini pecah. ( tbu )



