Asosiasi Maskapai Penerbangan Internasional, IATA, memprediksi industri penerbangan global bakal mencetak laba bersih tertinggi sepanjang sejarah, senilai 41 miliar dolar amerika pada tahun depan. proyeksi itu disampaikan IATA ditengah hambatan rantai pasok yang membuat pengiriman pesawat lebih lambat dan menunda kedatangan armada baru yang lebih efisien konsumsi bahan bakarnya. Proyeksi tersebut muncul setelah Airbus memangkas target pengiriman pesawat untuk tahun 2025 akibat masalah kualitas pada sebagian panel badan pesawat popular, A320. Tercatat, dua raksasa produsen pesawat global, Airbus maupun Boeing, dalam beberapa tahun terakhir sama-sama bergulat dengan masalah keterlambatan pengiriman pesanan pesawat terbang kepada maskapai penerbangan dunia. ( ben )




