Bank Indonesia angkat bicara maraknya isu pembobolan dana melalui layanan BI-FAST yang belakangan ramai dibahas. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso memastikan layanan milik bank sentral ini tetap aman dan berjalan sesuai standar sembari menegaskan kasus-kasus transfer ilegal yang terjadi saat ini tidak bersumber dari sistem BI-FAST. BI terus mencermati perkembangan penanganan kasus fraud berupa aktivitas transfer ilegal atas dana di beberapa bank yang kasusnya saat ini tengah ditangani oleh pihak berwajib. Sebagai catatan, sebuah akun di media sosial Instagram belum lama ini menyoroti transparansi kasus BI-FAST yang disebutnya telah diretas sebesar 200 miliar rupiah. Bahkan menurut akun @ndorokangkung hal itu tidak banyak diketahui khalayak, padahal hal tersebut perlu diketahui. ( tbu )




