Thailand melancarkan serangan udara di sepanjang perbatasannya dengan Kamboja, setelah bentrokan menewaskan satu tentara Thailand dan melukai empat orang. Hal ini mengancam kelangsungan perjanjian damai yang dimediasi Amerika Serikat. Militer Thailand mengatakan telah melancarkan operasi udara dan darat setelah pasukan Kamboja melepaskan tembakan ke beberapa lokasi perbatasan, menggunakan senjata api ringan, senapan mesin, mortir, dan artileri. Serangan itu terjadi setelah akhir pekan lalu, kedua belah pihak saling tuding pihak lain yang melepaskan tembakan terlebih dahulu. Menurut Thailand, semua misi direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan protokol keamanan dan hukum internasional yang berlaku, dengan prioritas utama untuk mencegah bahaya bagi warga sipil. Kementerian Pertahanan Kamboja mengonfirmasi militer Thailand menyerang pasukannya di beberapa lokasi di Provinsi Preah Vihear pada Senin, setelah beberapa hari tentara Thailand melakukan yang dianggapnya sebagai aksi provokatif. ( tbu )




