Asosiasi Pertekstilan Indonesia menyebutkan, selisih harga barang impor masih cukup besar akibat pelemahan pasar Eropa di tengah konflik Rusia-Ukraina. Alhasil, Indonesia menjadi sasaran ekspor produsen tekstil yang memiliki kapasitas produksi besar seperti Tiongkok. (kontan/tan3)



