Badan Pusat Statistik melaporkan nilai impor Indonesia pada Oktober sebesar 21,04 miliar dolar amerika, turun 1,15% dibandingkan Oktober tahun lalu. Namun BPS, juga melaporkan neraca perdagangan Oktober masih mencatat surplus 2,39 miliar dolar amerika, meski lebih rendah dibandingkan surplus pada september yaitu 4,34 miliar dolar amerika. Akan tetapi, surplus neraca perdagangan sudah terjadi selama 66 bulan beruntun. Pada Oktober ini lebih ditopang oleh komoditas non-migas sebesar 4,31 miliar dolar amerika dengan komoditas utama lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Pada saat yang sama, neraca perdagangan migas tercatat defisit 1,92 miliar dolar amerika dengan komoditas penyumbang adalah minyak mentah dan hasil minyak. ( tbu )



