Ribuan orang kembali berunjuk rasa menentang korupsi di seluruh Filipina pada Minggu kemarin. Pejabat tinggi Katolik mendesak Presiden Ferdinand Marcos junior bertindak lebih banyak, sekaligus menolak “jalan pintas” untuk mengubah kepemimpinan negara. Polisi memperkirakan sekitar 8000 orang berdemonstrasi di ibukota, di mana beberapa kelompok juga demo di provinsi. Sejumlah orang meneriakkan yel-yel di taman utama di Manila, menuntut pejabat korup dipenjara. Sementara itu, para pejabat gereja tingkat tinggi di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik Roma itu secara terpisah mengadakan Misa di lokasi dimana pemberontakan publik meletus hampir 4 dekade lalu. Kardinal Pablo Virgilio David, Pemimpin Konferensi Wali Gereja Katolik Filipina, mendesak Marcos melakukan tugasnya seraya menentang intervensi militer untuk mengubah rezim. ( tbu )



