Presiden Filipina Ferdinand Marcos junior telah menetapkan pedoman mengenai rencana perubahan tarif beras ke Filipina, importir terbesar dunia, mulai tahun 2026. Dalam perintah eksekutif itu, Marcos menyatakan penyesuaian tarif berdasarkan pergerakan harga internasional akan berlaku mulai 1 Januari, setelah memperpanjang tarif impor beras sebesar 15% hingga akhir tahun. Menurut perintah itu, tarif impor akan dinaikkan lima poin persentase untuk setiap penurunan 5% harga beras dunia, atau diturunkan lima poin persentase untuk setiap kenaikan 5% harga global. Marcos juga membentuk kelompok antarlembaga untuk merumuskan pedoman pelaksanaan tarif, serta memantau dan menyesuaikan pajak impor beras sebagai respons terhadap perubahan harga beras dunia. ( tbu )




