Sejumlah warga di Jakarta Timur memprotes lonjakan tagihan air PAM Jaya yang naik hingga dua kali lipat pada Oktober 2025. Mereka mendatangi kantor pelayanan PAM Jaya di Pasar Rebo untuk mengklarifikasi alasan kenaikan yang dinilai tiba-tiba tanpa sosialisasi. Menanggapi keluhan warga, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menjelaskan kenaikan tarif air PAM dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan air bersih di Jakarta. Namun, ia mengakui pemprov DKI Jakarta menyayangkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan PAM Jaya kepada masyarakat. Chico mengklaim, meski kenaikan terasa besar, tarif air PAM masih lebih ekonomis dibanding penggunaan air tanah. ( tbu )




