Produsen roti merek Sari Roti, Nippon Indosari Corpindo sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencatatkan laba bersih 136,7 miliar rupiah, turun 45% dibandingkan periode sama tahun lalu. Penurunnya laba bersih ini seiring terkoreksinya pendapatan ROTI 7,8% menjadi 2,7 triliun rupiah. Dari sisi neraca, ROTI membukukan total aset senilai 3,63 triliun rupiah per September 2025. Manajemen menyampaikan bahwa pemulihan daya beli konsumen masih menjadi tantangan utama. Namun, tren peningkatan volume permintaan produk roti dan kue yang mulai terlihat sejak awal kuartal dua 2025 menjadi momentum bagi pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun. ( tbu )




