Operator SPBU swasta diprediksi tanggung kerugian lebih 1 triliun rupiah,

Operator SPBU swasta diprediksi harus menanggung kerugian lebih dari 1 triliun rupiah, akibat tidak bisa berjualan BBM jenis bensin sejak akhir Agustus 2025. Manajer Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran FITRA Badiul Hadi mengatakan, kerugian itu ditimbulkan dari hilangnya pendapatan penjualan harian BBM hingga biaya operasional yang harus ditanggung ketika perusahaan tidak mendapatkan pemasukan harian. Berdasarkan data Kementerian ESDM per 2024, terdapat 2 ribu 314 SPBU swasta dari total 15 ribu 917 SPBU di Indonesia. Jika dikalkulasikan, kekosongan bensin yang terjadi sejak akhir Agustus hingga 20 Oktober saja berpotensi menghilangkan pendapatan badan usaha hilir migas swasta sekitar 690 miliar rupiah. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *