Aktivitas pabrik Tiongkok mencatat pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan pada September 2025, sementara penjualan ritel justru melemah, menandakan ketimpangan dalam proses pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu. Data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok NBS menunjukkan, output industri tumbuh 6,5% secara tahunan, naik dari 5,2% pada Agustus dan melampaui proyeksi analis Reuters sebesar 5%. Namun, disisi lain, penjualan ritel indikator utama konsumsi domestik hanya naik 3% pada September, turun dari pertumbuhan 3,4% di bulan sebelumnya. Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar sebesar 3%. Sementara itu, investasi aset tetap pada periode JanuariāSeptember turun 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berbalik arah dari pertumbuhan 0,5% pada JanuariāAgustus. Penurunan ini lebih buruk dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan tipis 0,1%. ( tbu )



