Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih mengkaji ulang rencana kewajiban Freeport Indonesia PTFI untuk membangun smelter baru di Papua sebagai syarat perpanjangan izin usaha pertambangan khusus IUPK selepas 2041. Bahlil menuturkan pemerintah belakangan meminta PTFI untuk fokus mengerek produksi dan kinerja dari pabrik pengolahan konsentrat tembaga yang telah berdiri di Gresik, Jawa Timur. Padahal sebelumnya pemerintah getol meminta PTFI membangun smelter tembaga baru di Papua, sebagai bagian dari syarat perpajangan IUPK, selain divestasi lanjutan saham Freeport-McMoRan. Selain itu, Bahlil mengatakan, pemerintah turut berencana untuk menambah lebih dari 10% saham di PTFI. Dia menargetkan keputusan akhir terkait dengan akuisisi tambahan saham PTFI itu rampung bulan depan. ( tbu )




