AT&T menyepakati investasi sekitar 1miliar dolar, untuk meningkatkan jaringan darurat FirstNet milik Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Di saat yang sama, perusahaan ini juga menjanjikan efisiensi biaya hingga 1 miliar dolar melalui penurunan tarif layanan, yang di atas kertas tampak saling menguntungkan, namun tetap menyisakan sejumlah catatan. Mengutip Reuters, FirstNet sendiri bukan proyek baru. Jaringan seluler khusus bagi layanan darurat ini digagas pasca tragedi Serangan 11 September, ketika lemahnya koordinasi komunikasi antar lembaga menjadi sorotan. Sebelumnya, tahun 2017, AT&T memenangkan kontrak jumbo berdurasi 25 tahun untuk membangun dan mengelola jaringan tersebut. (kontan/ben)



