Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang masih bertahan diatas 5% tidak sepenuhnya membuat pelaku usaha tenang. Muncul kekhawatiran baru terkait lemahnya daya serap pasar domestik dan perlambatan ekspor yang berpotensi memicu penumpukan barang di tingkat produsen. Komposisi permintaan belum sepenuhnya seimbang. Konsumsi rumah tangga pada kuartal keempat 2025 tumbuh 5,11% terbantu berbagai stimulus pemerintah dan momentum liburan akhir tahun. Namun angka tersebut lebih rendah dari pertumbuhan suplai khususnya industri pengolahan sebesar 5,4%. Bersamaan melemahnya pertumbuhan ekspor 3,25% dan pesatnya pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan 8,98% memunculkan kekhawatiran akan menumpuknya stok/inventori produk jadi yang tidak terserap pasar domestik maupun ekspor. ( tbu )



