Emiten sector keuangan, PT Bank Central Asia, BBCA, memproyeksikan permintaan kredit pemilikan rumah tetap stabil di tahun 2026, meski sepanjang tahun lalu sektor properti menghadapi sejumlah tantangan. Untuk itu dukungan kebijakan pemerintah hingga inovasi produk dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan pembiayaan perumahan. BCA mengatakan, sepanjang tahun 2025 industri KPR menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi serta dinamika ketenagakerjaan yang berdampak pada kemampuan masyarakat mengambil kredit. kondisi ini sempat mendorong peningkatan rasio kredit bermasalah atau NPL industri. Meski demikian, BCA mencatat portofolio KPR-nya tetap tumbuh dengan baki debet mencapai 142,3 triliun rupiah di tahun 2025, dengan rasio NPL sekitar 1,7 persen, atau masih di bawah rata-rata industri. ( ben )



