Siswa SD, YBR 10 tahun diduga mengakhiri hidupnya karena tidak memiliki buku dan pena untuk pergi ke sekolah karena kondisi keluarganya. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngada, Gerardus Reo langsung meninjau rumah korban dan bertemu keluarganya. Korban tinggal bersama neneknya di sebuah pondok. Ia juga menemukan persoalan administrasi kependudukan yang membuat keluarga ini luput dari sistem bantuan. Ibu korban masih ber-KTP Nagekeo, meski sudah 11 tahun tinggal di Desa Naruwolo. Saat itu juga pihaknya langsung mendata dan memproses pindah penduduk. YBR bersama neneknya tinggal di sebuah gubuk bambu berukuran tak lebih dari 2 x 3 meter di Desa Naruwolo, NTT. Di tempat itulah, YBR ditemukan meninggal dunia pada Kamis sekitar jam 12.30 WITA. ( tbu )



