Kemenprin ungkap tantangan industri baja nasional

Kementerian Perindustrian mengungkap sederet tantangan yang menjadi biang kerok tekanan terhadap industri baja nasional, mulai dari membanjirnya produk impor murah hingga ketertinggalan teknologi pabrik dalam negeri. Banjir produk baja impor murah menyebabkan produksi nasional tidak optimal terserap untuk konsumsi domestik. Berdasarkan data World Steel Association, produksi baja kasar dunia pada 2025 mencapai 1,8 miliar ton. Tiongkok masih jadi produsen terbesar dengan porsi 51,9% atau sekitar 960,8 juta ton, disusul India 8,9%. Indonesia menempati peringkat ke-13. Di dalam negeri, struktur konsumsi baja masih didominasi sektor konstruksi yang menyerap 77,1% dari total konsumsi nasional. Sektor otomotif menyusul dengan kontribusi 11,6% dan peralatan rumah tangga 3,3%. Kondisi ini membuat permintaan baja sangat bergantung pada laju pembangunan infrastruktur dan properti. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *