Iran akhirnya mengeluarkan data resmi korban tewas selama rangkaian demonstrasi berdarah yang berlangsung sejak 28 Desember 2025 lalu hingga hari ini. Dalam laporan resmi pertamanya total ada 3 ribu 117 orang tewas selama unjuk rasa berlangsung. Dari jumlah itu, 2427 orang yang tewas termasuk anggota pasukan keamanan yang Teheran cap sebagai martir dan disebut korban tidak bersalah. Sementara 690 orang lain disebut teroris, perusuh, dan pihak yang menyerang lokasi militer. Pemerintah menilai jumlah martir yang besar ini mencerminkan pengendalian diri dan toleransi aparat keamanan saat menghadapi protes. Yayasan Veteran dan Martir juga mengecam musuh-musuh Iran dan menuduh Amerika Serikat mendukung serta mempersenjatai pelaku kekerasan demo. Sementara LSM Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia memperkirakan jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih banyak lagi. ( tbu )



