Pemerintah

Pemerintah telah memutuskan impor kereta bekas dari Jepang tak jadi dilakukan. Hal ini disebut-sebut bisa membuka peluang kenaikan tarif KRL saat ini. Pandangan ini diutarakan oleh Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi Deddy Herlambang. Menurutnya, langkah pemerintah membeli kereta baru kemungkinan berimbas pada penyesuaian tarif KRL. Deddy sendiri memandang impor KRL harus dilakukan berkaca dari urgensi publik. Menurutnya, tidak mungkin publik menunggu tahun 2025 hingga kereta baru datang. Selain itu, target Kementerian Perhubungan 2 juta penumpang KRL per haripun akan sulit tercapai. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *