Advertisement
Home
Wednesday, 10 March 2010
 
 
MACAN ASIA
Wednesday, 10 March 2010

Presiden Tiongkok Hu Jintao, mendesak semua pihak yang berkepentingan untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di Tibet. Desakan itu disampaikan Presiden Tiongkok Hu Jintao pada pertemuan National People’s Conggress. Dalam kesempatan itu, Presiden Tiongkok Hu Jintao juga mengakui, sejak Maret 2008 lalu, ibu kota Tibet, Lhasa seringkali dilanda kerusuhan besar-besaran. Namun, Menurut catatan pemerintah Beijing, hanya 21 orang yang tewas dalam kerusuhan itu. Namun di lain pihak, pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama membantah laporan versi pemerintah Tiongkok tersebut. Dalai Lama mengklaim, dalam kerusuhan pada bulan Maret 2008 lalu, sedikitnya 200 orang tewas dan seribu orang lainnya mengalami luka-luka serius. (ts)


Republik Rakyat Tiongkok menuding sejumlah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat telah memicu gangguan yang serius dalam hubungan bilateral Tiongkok-Amerika. Menurut Menterli Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, beberapa kebijakan itu diantaranya, penjualan senjata Amerika ke Taiwan dan pertemuan Presiden Barrack Obama dengan Dalai Lama pada bulan lalu. Namun demikian, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok mengaku tetap akan menunjukkan sinyal positif dengan membuka pintu diskusi, demi merekonsiliasi hubungan bilateral Tiongkok-Amerika pada jalur stabilitas pembangunan. Untuk itu, Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok menghimbau agar pemerintah Amerika Serikat bersikap lebih bijaksana dan transparan dalam menangani isu-isu sensitif. (ts)


Republic rakyat Tiongkok bersikeras untuk menetapkan sendiri kurs mata uang yuan meskipun ada tekanan dunia, termasuk dari Amerika serikat dan Eropa untuk melepas nilai tukar yuan. Namun menurut Gubernur bank sentral tiongkok, metode kontrol kurs yang kontroversial tersebut merupakan cara jitu untuk mengatasi krisis ekonomi global. Terkait hal itu, dia menambahkan, Beijing akan terus menjaga kurs yuan, kendati telah mengalami surplus perdagangan. Terkait pernyataan itu, presiden AS Barrack Obama mengaku akan terus menekan Beijing untuk mengakhiri system mata uang itu yang dinilai menekan harga ekspor, dan telah merugikan perusahaan amerika. (st)

 

 
< Prev   Next >


 

Current Affairs
Sports News


 

Program Acara PAS FM

STREAMING

Kapasitas Streaming kami Over Demand. Kami sediakan 2 server. Apabila masih gagal, tunggu beberapa saat.

Audio Book
Visioning Indonesia

Audio Book BW
Bisnis Wisdom

Kafi's Break
Kafi's Break

Audio Book TOTD
Topic Of The Day

AUDIO BOOK BO
Businessmen Opinion

demand
SMS Premium : 9122 (Dengan Keyword : PAS)
SMS : 0816924924
TELP : 021-6339160
Melihat Archive
Anda pengunjung ke :

 
Top! Top!